Rara tiba di rumah. "Sore sekali baru pulang?" Tanya Asifa. "Assalamualaikum, Amma, Abba, Kai, Nini.... " Rara mencium punggung tangan yang ia sebut bergantian. "Hujan, memangnya di sini tidak hujan ya?" "Cuma gerimis." "Mau pulang hujan-hujanan, nanti dimarahi Nini, jadi Rara berteduh dulu." "Ya sudah, mandi dulu sana, setelah itu makan." "Iya, Amma. Rara ke kamar dulu ya, Abba, Kai, Nini." "Iya. "Sebentar lagi Rara lulus SMA, ingin melanjutkan ke mana katanya?" "Dia masih memikirkan itu, Amma." "Katakan padanya, hanya boleh kuliah di sini saja." "Iya, Amma." "Usia Vanda sudah dua puluh ya, aku berharap dia segera menikah. Aku ingin bisa melihat cicitku. Seperti Amma, yang ...." Cantika tidak bisa meneruskan ucapannya. Meski ia merasa sudah ikhlas, tapi saat teringat kepergi

